Pari'an Suroboyoan
 |
|
|
 |
Surabaya Lima Tahun Ke Depan...
Arif Afandi memang bukan sosok baru di Surabaya. Namanya sudah terukir sebagai wakil wali kota Surabaya sebelum maju ke kancah pilwali 2 Juni 2010 ini.
Mantan pemimpin redaksi Jawa Pos itu... |
|
|
|
|
 |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Selasa, 29 Desember 2009 AA Sindikasi All Out Menangkan Arif Afandi
Surabaya - Gerilya dukungan yang dilakukan AA Sindikasi untuk pencalonan Arif Afandi sebagai Walikota Surabaya periode 2010-2015 makin agresif.
Setelah menggelontor ratusan ribu kalender dan stiker serta ratusan baliho, organisasi relawan independen itu pun kembali meluncurkan website dan memainkan kampanye di situs jejaring sosial facebook.
Menariknya, perwajahan website resmi Arif Afandi ini beda dengan yang lain, alamatnya (url) pun cukup berani tapi lugas dan tegas, www.walikotaku.com. “Isinya sementara masih banner branding Arif Afandi. Tapi ke depan akan berubah,” kata Ketua Departemen Jaringan dan Komunikasi Hasan Sentot kepada wartawan, Senin (9/11).
Selain branding di website, AA Sindikasi juga aktif memainkan isu dan membagikan kegiatan yang telah dilakukan kader Partai Demokrat tersebut melalui facebook dengan id: ‘Surabaya Rumah Kita’. Segala kegiatan Arif Afandi sebagai wakil walikota maupun sebagai pribadi rajin di posting.
“Kita melihat bahwa para facebooker atau jamaah fesbukiyah dari Surabaya cukup besar. Dan mereka itu pemilih yang rasional. Jadi kita juga ingin mengajak mereka untuk memberikan masukan atau kritik tentang pembangunan Kota Surabaya ke depannya,” terang Hasan Sentot.
Relawan Membanjir
Meski tim relawan independen AA Sindikasi belum seminggu lahir, hingga Senin (9/11) sudah banyak masyarakat yang ingin bergabung untuk pemenangan Arif Afandi menjadi walikota Surabaya. Menurut Hasan Sentot, ‘lamaran’ dari sejumlah elemen maupun warga secara pribadi sudah banyak masuk.
Mereka menghubungi AA Sindikasi melalui email, sms maupun tatap muka langsung. “Sudah ada 1500 orang dari sejumlah kelurahan yang siap membantu secara sukarela agar Pak Arif menang,” kata Hasan Sentot. Menariknya, kata dia, meski ingin menjadi bagian dari AA Sindikasi, tetapi para calon relawan ini tidak meminta imbalan materi atau apapun.
“Mereka hanya tidak rela Surabaya dipimpin oleh mereka yang masih mencoba-coba. Apalagi belum pernah memimpin sudah menebar janji-janji manis,” tegas Hasan Sentot yang mengakui sudah memiliki jaringan relawan di 31 kecamatan se Surabaya ini.
|
berita terkait :
|
|
| |
| |
|
|