Pari'an Suroboyoan
 |
|
|
 |
Surabaya Lima Tahun Ke Depan...
Arif Afandi memang bukan sosok baru di Surabaya. Namanya sudah terukir sebagai wakil wali kota Surabaya sebelum maju ke kancah pilwali 2 Juni 2010 ini.
Mantan pemimpin redaksi Jawa Pos itu... |
|
|
|
|
 |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Selasa, 04 Mei 2010 CACAK Visi Sama Membangun Surabaya
BOLEH dibilang, proses pertunangan pasangan Arif Afandi-Adies Kadir berlangsung cukup singkat. Ada beberapa pertimbangan yang menjadi dasar bagi Arif untuk menggandeng advokat muda itu.
Menurut Arif, berdasar survei yang dilakukan Lembaga Survei Indonesia (LSI), nilai Adies menempati peringkat tertinggi untuk mendampingi Arif menuju kursi wali kota. Alasan kedua, kata Arif, Adies lebih muda daripada dirinya. "Itu penting bagi saya untuk mengurangi handicap psikologis. Karena kalau saya memilih orang yang lebih tua, akan ada perasaan sungkan," jelas pria yang masih menjabat wakil wali kota tersebut.
Selain itu, Arif menilai Adies sebagai figur yang memiliki budi pekerti tinggi. "Saya mempertimbangkan sekali unggah-ungguh orang," ujarnya. Arif mengungkapkan, jika dirinya menggandeng pasangan yang lebih tua, proses komunikasi bakal terhambat karena ada perasaan sungkan.
Sejatinya, ujar Arif, dirinya mengenal Adies sejak 2006. "Sejak Mas Adies jadi pengacara hingga politikus," terangnya. Menurut dia, Adies memiliki pengalaman organisasi dan politik yang cukup panjang. Adies beberapa kali memegang jabatan publik. "Sehingga saya berharap dia tidak kaget saat memegang jabatan itu. Ini penting bagi saya," ucapnya.
Selain itu, Adies dinilai memiliki latar belakang pengalaman hukum yang cukup. Hal itu, menurut dia, penting untuk membantu pemkot jika menghadapi berbagai persoalan hukum. Seperti kasus lepasnya beberapa aset pemkot. "Kita kan selalu kalah jika ada kasus gugatan aset. Saya yakin Pak Adies akan memberikan masukan penting dalam penyelesaian masalah hukum," terangnya.
Secara pribadi, nilai Arif, Adies adalah sosok muda yang santun. "Itu penting bagi saya karena Mas Adies memiliki sifat menghargai orang lain," pujinya. Dalam waktu yang cukup singkat tersebut, keduanya merasa match. Tak hanya Arif-Adies, dua istri pasangan itu juga kompak. "Kami saling berkunjung ke rumah masing-masing. Istri saya dengan istri Mas Adies juga dekat," ungkap Arif.
Bermodal visi yang sama demi membangun Surabaya, keduanya kemudian berikrar untuk mencalonkan diri menuju kursi wali kota dan wakil wali kota. Apalagi, mimpi keduanya sama: mewujudkan kesejahteraan warga lewat pendidikan dan kesehatan.
Jangan lupa 2 Juni 2010 Coblos Nomor 3 Rek!!!
|
berita terkait :
|
|
| |
| |
|
|