Pari'an Suroboyoan
 |
|
|
 |
Surabaya Lima Tahun Ke Depan...
Arif Afandi memang bukan sosok baru di Surabaya. Namanya sudah terukir sebagai wakil wali kota Surabaya sebelum maju ke kancah pilwali 2 Juni 2010 ini.
Mantan pemimpin redaksi Jawa Pos itu... |
|
|
|
|
 |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Kamis, 03 Juni 2010 Pendukung CACAK Diimbau Tenang Tanggapi Hasil Survei LSI
Surabaya - Menanggapi hasil survei yang dilakukan Lingkaran Survei Indonesia (LSI), Erik Tahalele, salah satu tim pemenangan CACAK mengimbau masyarakat agar tetap tenang.
Menurut pria yang juga menjabat sebagai juru bicara Partai Golkar, masyarakat tidak perlu tersulut emosinya. Yang ditakutkan, selisih tipis antara pasangan nomor 3 dan 4 berpeluang menimbulkan gesekan di lapangan.
"Kami mengimbau agar seluruh publik tetap cooling down, tidak melakukan tindak berlebih atas hasil LSI yang kemarin telah tersebar. Kita mesti tetap menghormati hasil, tapi yang paling penting kita tunggu hasil hitung KPU," tegas Erik, saat ditemui di posko pemenangan CACAK , jalan Comal 17, Kamis (3/6/2010).
Sementara itu ia pun berharap pihak-pihak yang terkait untuk menghormati surat edaran KPU. Berbagai kasus coblos tembus yang terjadi di beberapa kecamatan, disinyalir karena adanya informasi KPU yang kurang menyebar di kalangan masyarakat.
"Untuk mengembalikan semuanya seperti semula, kami harap kepada semua panitia untuk cek ulang surat suara. Tidak sah itu kenapa? Melebihi satu calon atau tidak," kata Erik, yang juga menjabat sebagai anggota komisi A DPRD.
Didukung dengan berbagai data, Erik semakin mantap untuk mengajak seluruh pihak mengadakan cek ulang surat suara. Hasil penghitungan suara yang belum maksimal, kasus terkait dua bolongan dalam satu surat suara serta realita lapangan yang penuh dengan kecurangan mendorongnya untuk mengungkap surat suara yang dianggap tidak sah.
"Dari sekitar 2.118.000 pemilih, secara keseluruhan belum masuk. Apalagi ada 35 ribu suara yang dinyatakan tidak syah. Bahkan, data yang kami dapat dari korcam dan korkel, surat suara yang tidak sah ini terjadi karena ada dua bolongan dalam satu surat suara, coblos tembus. Kita harus clearkan ini semua," tambah Erik.
|
berita terkait :
|
|
| |
| |
|
|