Home | Siaran Pers | Politik | Kota | Kolom | Kliping | Kabar KPU | Hati Warga | Cak AA | Suara Publik | Indeks Berita | Redaksi
Pari'an Suroboyoan


Surabaya Lima Tahun Ke Depan...

Arif Afandi memang bukan sosok baru di Surabaya. Namanya sudah terukir sebagai wakil wali kota Surabaya sebelum maju ke kancah pilwali 2 Juni 2010 ini.

Mantan pemimpin redaksi Jawa Pos itu...

Sonny

buat pak arif kemenangan ada di tangan kita kami pendukung CACAK surabaya barat akan selalu berdoa buat pak arif & keluarga supaya di beri kesehatan & ketabahan pada pelkada tahun ini....salam

Dedy Iskandar

Assamuikum Kecurangan Banyak Kota Surabaya Saya Punya Bukti 10 Ribu orang Tandes Di Monec Politik

Eko Teguh

Sabar pak arif, kemenangan pasti ada di tangan kita. kita selalu mendukung pak arif. dimanapun pak arif tetap nomor satu di surabaya.

Reni Dian

Titip salam sekaligus pesan untuk Bu Wilis, Pak. Dari bunda-bunda PAUD Kel. Lakarsantri. Mohon support untuk mewujudkan taman bacaan di tiap RW. Telah ada 4 PAUD dari 4 RW di Kel. Lakarsantri. Matur nuwun.

Arief

Perkenankan saya memperkenalkan Falun Gong atau Falun Dafa. Adalah suatu pengolahan jiwa dan raga, dimana terdiri dari 5 gerakan sebagai pengolahan raga dan disertai upaya untuk meningkatkan moral sebagai pengolahan jiwa. Ratusan juta orang telah mendapatkan manfaatnya. Namun saat ini di negara asalnya (China) masih mengalami pelarangan dan penganiayaan brutal (http://organharvestinvestigation.net/) serta pefitnahan yang tidak bertanggungjawab. Besar harapan saya agar Bapak-bapak sebagai calon pemimpin kota surabaya dengan bijaksana menyikapi masalah ini dan mencari fakta sebenarnya tentang Falun Gong. Terimakasih


Jum'at, 04 Juni 2010
Arif Launching Buku
"Besarkan Kue Bersama, Bukan Berebut Kue Bersama"

Surabaya - Naluri Arif Afandi sebagai seorang jurnalis memang tidak bisa dipungkiri. Meski saat ini kesehariannya menjabat sebagai wakil walikota, namun keinginannya menyebarkan informasi dan menulis tetap selalu terngiang dalam benaknya.

Tidak tanggung-tanggung, sepasang buku diluncurkan oleh calon walikota periode 2010-2015 ini. Ia pun berinisiatif sendiri menerbitkan tulisan sang istri, Tjahjani Retno Wilis.

Cerita tentang berbagai ilustrasi kehidupan kesehariannya, ia tuangkan dalam buku yang ia beri judul "Cerita Kaum 'Pembesar'". Peluncuran buku di Cafe Taman, Hotel Plaza Surabaya ini pun dipenuhi para akademisi, dan pecinta buku di Surabaya, Jumat (4/6/2010).

"Saya yakin, uang saya disini itu tidak begitu berarti. Orang pasti punya cara sendiri untuk berbagi, dan saya pilih berbagi dengan ilmu. Semoga dengan budaya seperti ini, mendorong kita untuk bisa selalu bersama-sama dengan waktu yang lama," kata Arif, saat memberi sambutan pada Peluncuran Buku Sarimbit.

Hadir pula beberapa nama yang juga ikut menjadi pengantar buku Arif dan istrinya. Diantaranya adalah Sirikit Syah dan Dhimmam Abror, serta Lan Fang sebagai moderator diskusi sore itu.

Diskusi makin dinamis, beberapa panelis hadir dari berbagai kalangan aktivis. Salah satunya Diana Sasa, perwakilan dari komunitas Indonesia Buku. Ia kagum dengan pernyataan Arif terkait hobinya untuk mendokumentasikan setiap momen dalam hidup.

"Pak Arif, saya kagum bahwa Anda pun suka mendokumentasikan momen dalam hidup. Saya dan kawan-kawan pun menghabiskan waktu setiap hari hanya untuk mendokumentasikan setiap berita yang muncul di blog-blog yang aktif. Saya makin bersemangat bahwa seorang Arif Afandi pun juga menghargai pekerjaan seperti ini," terang perempuan yang akrab dipanggil Sasa.

Sebagai wakil walikota, Arif mengaku selalu ingin mengabadikan segala momen dan tidak mau tertinggal sejarah. Kegiatan dokumentasi adalah sangat penting bagi suata bangsa.

"Dalam hidup, saya cenderunng untuk mengebaikan setiap langkah saya. Terlebih sekarang saat menjabat sebagaui wawali, saya tidak mau tertinggal sejarah. Dokumentasi itu penting," ujarnya.

Di sela-sela peluncuran bukunya, Arif pun mengutarakan niatnya untuk membukukan tesis yang ditelitinya saat tengah menggapai S2. Baginya, tesis yang berjudul Relasi Antara Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah ini perlu juga disosialisasikan untuk transparansi.

"Nanti kalau sempat, saya juga ingin membukukan tesis saya. Saya ini kok nggak tahan kalau nggak nulis, jadi ya seperti ini, nulis terus," ujarnya pada para panelis dan jurnalis yang saat itu tengah mengikuti diskusi.

Selain mendapat pujian, Arif dan Wilis juga menuai kritik. Namun keduanya fair, dengan tangan terbuka Arif dan istri pun menerima kritik dari para panelis.

Termasuk saat para jurnalis menanyakan terkait penghitungan ulang surat suara yang sekarang tengah proses dilakukan di beberapa kecamatan. Arif mengaku menyerahkan semuanya pada pihak-pihak yang bertugas. Hanya Arif mengimbau agar para Panwas dan PPK supaya menjalankan tugas dengan baik.

"Proses penghitungan ulang ini saya harap bisa dilakukan secara fair. Ayo kita kerja secara profesional agar hak suara tidak terbuang sia-sia," kata Arif Afandi.


Share
Bookmark and Share

berita terkait :

H-1 Coblosan, Arif Dan Istri Pilih Plesir Ke Pasar Jagir
Berharap Pilwali Lancar, Adies Gelar Istighotsah
Arif Afanfi Acungi Jempol Kreativitas Murid SD Al-Falah
Minta Layanan Publik Digenjot, Wawali Tengok KTP Smart Office Di Mall
Arif Afandi Ajak Warga Surabaya Lestarikan Tradisi
  Home | Siaran Pers | Politik | Kota | Kolom | Kliping | Kabar KPU | Hati Warga | Cak AA | Suara Publik | Indeks Berita | Redaksi
 
   Redaksi : kabardaricacak@gmail.com